PROFIL SMP NEGERI 29 SEMARANG

Jl. Kedungmundu Kec. Tembalang Kota Semarang

VISI SEKOLAH

TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG BERIMAN, CERDAS, TERAMPIL, MANDIRI DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

Indikator dari visi SMP Negeri 29 Semarang adalah :

1. Keimanan dan ketaqwaan melalui pengamalan ajaran agama dan kepercayaan kepada Tuhan YME

2. Regulasi sekolah sesuai dengan asas hukum, politik dan sosial

3. Sarana dan prasarana sekolah berstandar nasional

4. Integritas personal di dalam sistem sekolah yang informatif

5. Proses operasional dan kurikulum sekolah secara efektif dan efisien

6. Mengoptimalkan proses pembelajaran, penilaian dan bimbingan yang obyektif dan akuntabel

7. Bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan minat, bakat, dan potensi peserta didik

8. Kerjasama yang harmonis dan berkesinambungan antarwarga sekolah dan lembaga lain yang terkait

9. Kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan, kewirausahaan, dan pengembangan diri yang terencana dan berkesinambungan.

10. Sistem pembelajaran dan Pengelolaan Sekolah berbasis IT

11. Partisipasi Masyarakat dan warga Sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup.

MISI SEKOLAH

Untuk mencapai Visi tersebut sekolah menetapkan langkah-langkah atau tindakan yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut:

1. Menanamkan keimanan dan ketaqwaan melalui pengamalan ajaran agama dan kepercayaan kepada Tuhan YME

2. Menerapkan regulasi Sekolah sesuai dengan asas hukum, Politik dan sosial

3. Memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah berstandar nasional

4. Memfasilitasi integritas personal di dalam sistem Sekolah yang informatif

5. Meningkatkan proses operasional dan kurikulumsekolah secara efektif dan efisien

6. Mengoptimalkan proses pmebelajaran, penilaian dan bimbingan yang obyektif dan akuntabel

7. Mengembangkan bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan minat, bakat, dan potensi peserta didik

8. Menjalin kerjasama yang harmonis dan berkesinambungan antarwarga Sekolah dan Lembaga lain yang terkait

9. Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan, kewirausahaan, dan pengembangan diri yang terencana dan berkesinambungan

10. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan Pengelolaan manajemen sekolah berbasis IT

11. Meningkatnya partisipasi Masyarakat dan warga Sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup

 

TUJUAN SEKOLAH

Mengacu pada Standar nasional Pendidikan (SNP), maka tujuan jangka menengah SMP Negeri 29 Semarang berikut ini akan diraih selama 4 tahun ke depan. Dengan demikian, tujuan sekolah pada akhir Tahun Ajaran 2024/2025 adalah sebagai berikut:

1. Terwujudnya keimanan dan ketaqwaan melalui pengamalan ajaran agama dan kepercayaan kepada Tuhan YME yang meliputi sebagian besar siswa bisa membaca dan menulis Al qur an, rajin sholat berjamaah, akhlah meningkat.

2. Terwujudnya regulasi Sekolah sesuai dengan asas hukum, Politik dan sosial, dengan dimilikinya pedoman penyelenggaraan Sekolah, yang memuat tata tertib siswa, karyawan, guru dan aturan-aturan lainnya

3. Terwujudnya kebutuhan sarana dan prasarana sekolah berstandar nasional, berupa dimiliknya ruang kelas dan fasilitas lain yang standar

4. Terwujudnya integritas personal di dalam sistem Sekolah yang informatif, dnegan mematuhi tata tertib oleh seluruh komponen sekolah

5. Terwujudnya proses operasional dan kurikulum sekolah secara efektif dan efisien, dengan dimilikinya manajemen mutu dan jaminan mutu secara rutin.

6. Terwujudnya proses pembelajaran, penilaian dan bimbingan yang obyektif dan akuntabel, dengan adanya program supervisi, pemantauan dan pengawasan.

7. Terwujudnya bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan minat, bakat, dan potensi peserta didik, dengan penerapan IT saat proses pembelajaran

8. Terwujudnya kerjasama yang harmonis dan berkesinambungan antarwarga Sekolah dan Lembaga lain yang terkait, dengan disusunnya program kegiatan antara komite Sekolah dan Sekolah.

9. Terwujdunya kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan, kewirausahaan, dan pengembangan diri yang terencana dan berkesinambungan, dengan menjalin Kerjasama dengan pihak-pihak terkait.

10. Terwuujudnya proses pembelajaran dan Pengelolaan manajemen Sekolah berbasis IT, dengan dimilikinya Sistem Informasi Manajemen sekolah

11. Terwujudnya partisipasi masyarakat dan warga sekolah dalam pelestarian Lingkungan hidup dengan pelibatan orang tua peserta didik dalam penghijauan sekolah

 

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

- Laila Dwi Setyawati, S.Ag.

- Zaenul Ulum, S.Pd.I.

- Imam Teguh Purnomo, S.Th

- Notursad Sumantri M, S.Ag

 

PPKn

- Dra. Cahyaning Budi Astuti, M.Si

- Muhadi, S.Pd.

- Laili Hidayati Nursida, S.Pd.

 

Bahasa Indonesia

- Budi Nugraeni, S.Pd.

- Dra. Sri Susanti

- Agustia Rahma Damayantie, M.Pd

- Didik Setiawan, S.Pd

- Nur Lailatul Isnaeni, S.S

 

Bahasa Inggris

- Dani Sedyarto, S.Pd.

- Widayati, S.Pd.

- Dwi Mulyono, S.S

 

Matematika

- Drs. Martono

- Sumaryati, S.Pd.

- Dra. Rina Nurjatiningtyas

- Puji Hastuti, S.Pd.M.Pd

- Sri Yuliati, S.Pd

- Kurnia Merdeka Wati, S.Pd

 

IPA  

- Utami Panca Dewi, S.Pd

- Atiningsih, M.Si.

- Lily Lestari, S.Pd

- Wakhid Nurrohman, S.Pd

 

IPS

- Drs. Slamet, M.Pd.

- Siti Makrifatun, S.Pd,MM.

- Laili Hidayati Nursida, S.Pd

- Irani Syafitri Saleh, S.Pd

- Nur Annisa, S.Pd

 

Seni Budaya dan Prakarya

- Sukardi, S.Pd.

- Fadhli Dzil Ikram, S.Pd.

- Fajar Sunuharjo, S.Pd.

- Nilam Dyah Kusuma W, S.Pd

 

Penjasorkes

- Bagus Aditya Kartiyanto, S.Pd.

- Dara Ayu Bintari P B, S.Pd

 

Bahasa Jawa

- Tri Handoyo, M.Pd.

- Kurnia Merdeka Wati, S.Pd

 

BP/BK

- Sulistyaningsih, S.Pd.Kons.

- Yoga Ayu Oktaria R, S.Psi.

- Sarif Muslim, S.Pd.

 

BTIK

- Sabat Wuryani, S.Pd.

- Nurul Huda, S.Kom.

 

DAFTAR KARYAWAN SMP NEGERI 29 SEMARANG

Koordinator Administrasi

- Nurul Adi Novianti, SE.

 

Pengelola Database Pendidikan

- Gustian Andikatama

 

Operator Peserta Didik

- Sukartini, A.Md.

 

Pengelola Peserta Didik

- Erfika Zafirah RizkY Nabilah, A.Md.S.I

 

Pengadministrasi Kependidikan

- Faizun Tri Wahyuni

 

Pengelola Laboratorium

- Gustian Andhikatama

 

Pengelola Perpustakaan

- Erfika Zhafirah Rizky Nabilah, A.Md.S.I.

- Dwi Nurcahyo, A.Md, S.I.Pust.

 

Petugas Kebersihan

- Sukarjo, A.Md.

- Hanafi Prahantaro

- Umar Abdul Aziz

 

Petugas Keamanan

- Andhi Dwi Indiarto

- Tri Agus Guntoro

- Iwan Sutejo

 

KARAKTERISTIK SEKOLAH

Dalam bab ini kami akan mendeskripsikan karakter sekolah yang dilakukan dengan cara menganalisa seluruh aset sekolah dan daerah, serta dengan melakukan analisis konteks. Berdasarkan analisis konteks yang telah dilaksanakan oleh tim, kami dapat menyimpulkan karakteristik sekolah kami sebagai berikut :

  • Karakteristik geografis SMP Negeri 29 Semarang

SMP Negeri 29 Semarang berdiri pada tahun 1985 di wilayah kelurahan Kedungmundu, kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Sekolah ini berada di jalan Kedungmundu sejak 1989, sebelumnya menginduk di SMP Negeri 29 yang berlokasi di jalan Sendangguwo Utara. SMP Negeri 29 Semarang berjarak 5,8 km dari Simpang Lima ke arah tenggara. Lokasi gedung berada di pinggiran Kota Semarang dengan batas-batas bagian depan, kanan dan belakang berbatasan dengan perumahan Kinijaya dan Semawis. Luas lahan sekolah kurang lebih 5.825 m², dengan luas bangunan 2.837 m2. Lahan seluas ini cukup digunakan untuk dibangun berbagai fasilitas dan sarana belajar seperti Ruang Kelas, Laboratorium, Perpustakaan, Mushola serta lapangan olahraga.

Akses transportasi menuju ke sekolah cukup mudah dijangkau oleh para siswa dan masyarakat karena jalan menuju sekolah dekat dengan jalan raya dan dilalui transportasi Umum dari berbagai jurusan. Karena lokasinya yang berada di daerah yang datar, maka beberapa siswa dapat menaiki sepeda sendiri. Ada juga para siswa yang diantar orang tua dan antar jemput menggunakan jasa motor online/gojek/ grab.

Kelebihan sekolah dilihat dari kondisi geografis antara lain : 1). Lahan yang cukup luas dapat dimanfaatkan untuk dibangun berbagai sarana dan prasarana sekolah; 2). Lingkungan sekolah yang banyak ditanami berbagai tanaman akan dapat menunjang iklim belajar mengajar yang nyaman dan tenang; 3). Lokasi sekolah yang strategis. Lokasi sekolah mudah dijangkau dari berbagai arah baik dengan alat transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

Keberadaan sekolah yang dekat dengan perumahan di sekitarnya dapat

 

membantu warga masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya. Mereka tidak perlu jauh-jauh sekolah ke tempat lain. Selain itu, SMP Negeri 29 selalu mendapatkan banyak pendaftar yang melebihi daya tampung sekolah yang telah ditetapkan. Rata-rata jarak tempuh siswa ke Sekolah berkisar antara 0 - 15 Km dari tempat tinggalnya.

  • Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik siswa di SMP Negeri 29 Semarang sangat beragam. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan orang tua, sosial ekonomi, pekerjaan orangtua, dan lingkungan tempat tinggal. Secara umum karakteristik peserta didik di SMP Negeri 29 Semarang sebagai berikut: 1) Mampu dan mau mengikuti aturan dan kegiatan sekolah; 2). Kemauan belajar masih belum maksimal; 3). Semangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler juga belum maksimal; 4). Pergaulan dengan sesama teman cukup baik; 5). Bersedia meluangkan waktu melaksanakan kegiatan diluar waktu kegiatan belajar mengajar; 6). Kehidupan beragama yang baik; 7). Memiliki sikap santun dan toleransi yang baik.

Dengan melihat karakteristik siswa di SMP Negeri 29 Semarang ada yang belum mempunya karakter yang baik dan belum memiliki kemampuan atau kompetensi yang maksimal maka kehadiran sekolah dengan para pendidiknya sangat diharapkan. Tugas guru tidak hanya mengajar saja tetapi juga mendidik perilaku siswa serta memberikan pelatihan terhadap keterampilan siswa. Sehingga para siswa setelah lulus akan menjadi siswa yang mempunyai karakter yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

  • Karakteristik Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Sumber daya manusia yang berada di SMP Negeri 29 Semarang selain siswa adalah dari unsur Guru, Kepala Sekolah, Tenaga kependidikan, dan komite sekolah serta pengawas sekolah. SMP Negeri 29 Semarang memiliki 41 pendidik dan 16 tenaga kependidikan. Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah merupakan modal dasar yang baik untuk menyelenggarakan pendidikan di Sekolah. Bila dilihat dari kualitas tenaga semua sudah mendapatkan kualifikasi sarjana S1, 20% tenaga pendidik sudah lulus S2. Selain itu ada 80 % tenaga pendidik sudah lulus sertifikasi. Secara umum, komposisi pendidik dan tenaga kependidikan masih memenuhi kebutuhan untuk mengelola 24 rombel di sekolah.

 

Kualifikasi pendidikan saja belum cukup untuk dapat mendidik siswa sesuai kodratnya. Guru masih akan teruerus meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti pelatihan mandiri melalui platform Merdeka Mengajar.

Kepala Sekolah SMP Negeri 29 Semarang memiliki kualifikasi pendidikan S1, aktif membimbing guru maupun karyawan sekolah. Selaku kepala sekolah, memiliki kompetensi profesional yang baik, bisa menjadi teladan dan membawa perubahan yang positif di Sekolah. Kepala sekolah tidak henti-hentinya mendorong dan membimbing guru dalam mengikuti pelatihan mandiri melalui platform Merdeka Mengajar. Selain Kepala Sekolah yang kompeten, SMP Negeri 29 juga memiliki pengawas sekolah yang selalu siap membantu dan mengarahkan sekolah agar menjadi semakin baik dan berkembang.

Komite sekolah di SMP Negeri 29 Semarang terdiri atas unsur tokoh masyarakat sekitar yang peduli dengan kemajuan sekolah dan pemerhati pendidikan. Ketua komite SMP Negeri 29 saat ini merupakan salah satu tokoh masyarakat yang bertempat tinggal di dekat lingkungan sekolah sehingga sangat mendukung kegiatan di sekolah dan bisa menjadi motivator maupun penggerak di lingkungan sekolah.

  • Karakteristik Orang Tua Siswa dan Masyarakat

Latar belakang pendidikan orang tua cukup beragam antara lain, 40 % pendidikan orang tua lulusan S1. Sekitar 10 % berlatar belakang pendidikan S2, sisanya berlatar belakang SMA, SMP dan SD. Kondisi latar belakang keluarga ini tentu mempengaruhi daya dukung orang tua dan masyarakat pada umumnya dalam ikut mengembangkan SMP Negeri 29 Semarang.

Masyarakat di wilayah kecamatan Tembalang umumnya dan di kelurahan Kedungmundu khususnya dalam kehidupan beragama baik, indikatornya antara lain adanya peringatan hari besar agama yang diikuti oleh semua unsur. Hal ini tentu sangat menunjang pendidikan siswa di sekolah.

 

  • Karakteristik Lingkungan Sosial Budaya

SMP Negeri 29 Semarang berada pada daerah pinggiran di kecamatan Tembalang. Penduduk di wilayah kecamatan Tembalang termasuk dalam kawasan padat penduduk. Hal ini karena banyaknya pembangunan perumahan-perumahan

 

baru, sehingga banyak penduduk berdatangan untuk membeli perumahan di wilayah kecamatan Tembalang. Dikarenakan banyak pendatang sehingga latar belakang sosial budaya di SMP Negeri 29 Semarang juga cukup beragam. Mata pencaharian penduduk mayoritas karyawan swasta maupun pegawai BUMN dan pegawai negeri dan buruh.

Lingkungan belajar di SMP Negeri 29 Semarang cukup baik untuk kegiatan belajar mengajar. Di sekolah ada 24 kelas dengan 8 paralel tiap angkatan. Ada laboratorium IPA, Perpustakaan Sekolah, Mushola, lapangan olahraga untuk basket, bola voli, dan dilengkapi dengan toilet sekolah sejumlah 26 buah. Walaupun sudah ada sarana dan prasarana belajar siswa tetapi masih terdapat kekurangan- kekurangan. Kekurangan tersebut antara lain SMP Negeri 29 belum memiliki aula sehingga masih memanfaatkan ruang kelas (dibuka pembatasnya) jika ada pertemuan/kegiatan yang melibatkan banyak orang. Lingkungan sekolah pun juga secara bertahap setiap tahun perlu perbaikan dan pemeliharaan sehingga secara bertahap pula dapat mewujudkan lingkungan belajar yang asri, hijau, sehat dan nyaman.

Untuk meningkatkan dan menciptakan lingkungan belajar yang baik perlu adanya perbaikan, pembenahan dan pengadaan yang baru. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan dana yang tidak sedikit. Adapun sumber dana yang diperoleh dari sekolah berasal dari : 1). Dana BOS (Bantuan operasional Sekolah), dana BOS digunakan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan BOS antara lain untuk membeli buku sekolah, kegiatan penilaian, ekstra kurikuler, perbaikan ringan bangunan dan belanja modal dan jasa listrik, internet, serta telpon; 2). Dana Rutin dari Pemerintah Daerah, dana rutin ini digunakan untuk menggaji Aparatur Sipil Negara; 3). Dana Alokasi Khusus, (DAK), Dana Alokasi Khusus adalah dana dari pemerintah pusat yang diberikan kepada daerah untuk melaksanakan pembangunan. Di sekolah hampir setiap tahun mendapat dana ini. Penggunaannya untuk antara lain untuk rehab atau pembangunan ruang kelas atau lainnya.

  • Kemitraan

SMP Negeri 29 Semarang berupaya untuk dapat memberikan semua kebutuhan peserta didiknya, sehingga diperlukan keterlibatan bermakna dari orangtua/keluarga dan anggota masyarakat. Oleh karena itu, SMP Negeri 29

 

Semarang membangun kemitraan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Beberapa kegiatan kemitraan yang dilaksanakan di SMP Negeri 29 Semarang antara lain :

  1. Pertemuan orangtua dengan walikelas yang diselenggarakan oleh SMP N 29 Semarang, kegiatan ini merupakan pertemuan yang dilakukan untuk mengetahui harapan, program sekolah sehingga orangtua memahami dan mendukung keberhasilan siswa.
  2. Kegiatan parenting

Kegiatan parenting merupakan kelas orangtua yang dilaksanakan 1 kali dalam 1 semester. Kelas orangtua diadakan dengan tujuan membangun kesadaran orangtua/wali akan pentingnya terlibat dalam pendidikan anak, termasuk bagaimana menumbuhkan nilai-nilai karakter anak di lingkungan keluarga; memotivasi semangat belajar anak; mendorong budaya literasi; dan memfasilitasi kebutuhan belajar anak.

  1. Paguyuban orangtua dan alumni

Melalui paguyuban orangtua, alumni dan masyarakat, sekolah mengadakan kerjasama dengan para orangtua yang memiliki keahlian atau ketrampilan khusus yang bersedia memberikan ilmunya melalui kegiatan ekstrakulikuler, di antaranya ekstra merpati putih yang dilaksanakan di SMP N 29 Semarang.

  1. Kerjasama dengan UNNES dan UPGRIS dalam hal penerjunan mahasiswa magang. SMP Negeri 29 rutin menjalin kerjasama dengan UNNES dan UPGRIS untuk memberikan kesempatan bagi para calon guru dalam hal praktek mengajar langsung di sekolah. Sebaliknya, guru-guru di SMP Negeri 29 juga berkesempatan untuk bisa belajar hal-hal baru bersama dengan para mahasiswa yang magang di Sekolah.

Kemitraan dengan FASKES terdekat di sekolah, yaitu dengan Puskesmas dan RS pemerintah sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi siswa dan warga sekolah yang membutuhkan layanan kesehatan.